Rasulullah SAW telah memprediksi keadaan
umat sepeninggal beliau nanti. Akan terjadi perselisihan yang besar pada
umat Rasulullah SAW. Karena itu beliau juga berwasiat kepada para
sahabatnya sebagai pegangan dikemudian hari. Wasiat ini pun berlaku
untuk kita, dan seluruh umat Rasulullah SAW. Ada dua wasiat Rasulullah
SAW yang digambarkan oleh sahabat seolah menggetarkan hati dan
mencucurkan air mata.
Pertama, takwa kepada Allah SWT dan
tunduk kepada pemimpin. Ketakwaan kepada Allah SWT adalah bekal kunci,
bekal utama bagi umat Islam. Barangsiapa yang mengikuti aturan-aturan
Allah. Menjauhi larangan-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya. Niscaya ia
akan selamat dunia akhirat. Taat kepada pemimpin dapat meminimalisir
perpecahan. Jika terjadi pemberontakan kepada pemimpin. Atau mosi tidak
percaya kepada pemimpin. Maka pertumpahan darah tidak dapat dielakan.
Sejarah telah banyak mencatat hal semacam itu.
Hal ini pun dijamin oleh Allah SWT,
firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an)
dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya”. ( An Nissa [4] : 59).
Kedua, memegang teguh kuat-kuat kepada
sunah Rasulullah SAW dan sunah Khulafaur Rasyidin. Seolah mengigitnya
dengan gigi geraham. Disini betapa Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti
kita untuk memegang teguh sunnah beliau. Jika kita perhatikan ayat-ayat
yang mengisyaratkan untuk mentaati Allah SWT selalu berdampingan dengan
mentaati rasul-Nya.
Lihat (Ali Imran [2] : 32), (An Nisa [4] : 13, 14, 59, 80), (Al Anfaal [8] : 24, 46), (Al Maidah [5] : 92)
Lihat (Ali Imran [2] : 32), (An Nisa [4] : 13, 14, 59, 80), (Al Anfaal [8] : 24, 46), (Al Maidah [5] : 92)
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya
memegang teguh sunah Rasulullah SAW serta menghidupakannnya. Begitu juga
dengan sunah Khulafaur Rasyidin. Empat sahabat yang kita kenal sebagai
empat khalifah pertama. Yang terkenal dengan kebagusan agamanya dan
kecakapan dalam memimpin. Yaitu Abu Bakar As Shidiq, Umar bin Khattab,
Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib.
Menurut Imam Nawawi bahwa yang dimaksud
Khulafaur Rasyidin adalah para khalifah yang empat yaitu; Abu Bakar,
Umar, Utsman dan Ali. Imam Ibnu Daqil ‘Ied juga menjelaskan bahwa mereka
adalah keempat khalifah tersebut berdasarkan ijma. Ibnu Taimiyah dalam
Minhaju As Sunah An Nabawiyah, menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW
telah mengabarkan tentang kepemimpinan mereka, “Kekhalifahan sesudahku
berlangsung selama tiga puluh tahun. Abu Bakar memegang pemerintahan
selama 2 tahun, Umar 10 tahun, Utsman 12 tahun dan Ali 6 tahun”. Wallahu a’lam bish-shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar